Kemenag Purwakarta Gelar Pembinaan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta
04 Jun 2026 15:32 | Ghifari Alfan Fauzan / Lucky Andriansyah | Sumber asli
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta menggelar kegiatan Pembinaan dan Penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Aula Fatimah Az-Zahra MAN Purwakarta pada Kamis (28/05/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya memperkuat nilai-nilai pendidikan yang humanis, berkarakter, dan berlandaskan kasih sayang dalam proses pembelajaran di lingkungan madrasah.
Kegiatan dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta, Dr. H. Ohan Burhan, M.Pd.I., yang memberikan pembinaan dan motivasi kepada para peserta terkait pentingnya penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dalam dunia pendidikan. Hadir pula para kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan yang berperan langsung dalam pelaksanaan proses pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing.
Dalam arahannya, Ohan Burhan menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menekankan pembentukan karakter peserta didik melalui nilai-nilai kasih sayang, kepedulian, toleransi, dan penghormatan terhadap sesama.
"Pendidikan bukan hanya mencerdaskan peserta didik, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak mereka. Kurikulum Berbasis Cinta mengajarkan pentingnya menghadirkan nilai kasih sayang, empati, dan kepedulian dalam setiap proses pembelajaran," ujarnya.
Menurut Ohan, guru memiliki peran strategis dalam menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Lingkungan pendidikan yang dibangun dengan pendekatan kasih sayang diyakini mampu mendorong peserta didik berkembang secara optimal, baik dari aspek intelektual, emosional, maupun spiritual.
Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan yang berkualitas harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kepedulian sosial yang tinggi.
Secara tidak langsung, Ohan menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat diukur hanya dari nilai akademik semata. Menurutnya, keberhasilan pendidikan juga tercermin dari kemampuan peserta didik dalam menghargai perbedaan, membangun hubungan yang harmonis, serta menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh tenaga pendidik untuk menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai cinta dan kasih sayang di lingkungan sekolah maupun madrasah.
"Guru harus menjadi contoh dalam menanamkan sikap saling menghormati, menghargai, dan menyayangi sesama. Keteladanan yang diberikan guru akan menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi peserta didik," tambahnya.
Kegiatan pembinaan berlangsung dalam suasana penuh semangat dan antusiasme. Para peserta mengikuti materi, diskusi, dan sesi tanya jawab yang membahas strategi implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran serta kehidupan sehari-hari di lingkungan pendidikan.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta berharap implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dapat semakin diperkuat di seluruh madrasah. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya menghasilkan peserta didik yang cerdas dan berprestasi, tetapi juga pribadi yang berakhlakul karimah, toleran, peduli, serta mampu menjadi agen kebaikan di tengah masyarakat.